Solusi banjir dengan membuat lubang Biopori

banjirBanjir di Indonesia tahun demi tahun semakin meluas dan bahkan telah menjadi bencana.  Apalagi di wilayah Jakarta yang padat pemukimannya, banjir seolah sudah menjadi langganan tetap yang tidak mengherankan.

Pembahasan masalah solusi banjir telah banyak dilakukan oleh tim ahli dari berbagai kalangan dan akademisi. Berbagai solusi pun telah ditawarkan, ada yang High Cost sampai yang Low Cost. Salah satunya yang low cost adalah dengan membuat Lubang Resapan Biopori (LRB).

Saya bukanlah seorang yang ahli menangani masalah banjir dan hanya berspesialisasi masalah Tehnik pengelolaan air minum dan air bersih. Namun penulisan saya dalam Blog ini adalah sebagai usaha untuk mempopulerkan  metode Solusi banjir dengan membuat Lubang Resapan Biopori tsb.

Biopori adalah lubang sedalam 80-100cm dengan diameter 10-30 cm yang dimaksudkan sebagai lubang resapan untuk menampung air hujan dan meresapkannya kembali ke tanah. Biopori memperbesar daya tampung tanah terhadap air hujan, mengurangi genangan air, yang selanjutnya mengurangi limpahan air hujan turun ke sungai. Dengan demikian, mengurangi juga aliran dan volume air sungai ke tempat yang lebih rendah, seperti Jakarta yang daya tampung airnya sudah sangat minim karena tanahnya dipenuhi bangunan.

Teknologi biopori dicetuskan oleh Ir. Kamir R. Brata, Msc dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memanfaatkan aktifitas organisme kecil dan sejumlah mikroorganisme untuk menguraikan sampah organik di dalam lubang. Makhluk-makhluk yang hampir tidak pernah hadir dalam ruang sadar kita ini membuat lubang-lubang kecil di dinding lubang selama proses penguraian. Dalam waktu 2-4 minggu, proses penguraian menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan menyehatkan tanah.

Sebagai informasi, Provinsi DKI Jakarta menargetkan membuat 76 juta lubang Biopori (www.indonesia.go.id). Sementara kota kota besar lain di Indonesia juga melakukan hal yang sama, walaupun jumlah lubang Bioporinya tidak sebanyak Provinsi Jakarta.

Cara membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) :

1. Buatlah lubang sedalam 80 – 100 cm dengan diameter 10 – 30 cm.

2. Masukkan daun daunan kering ke dalam lubang

3. Tutuplah dengan Loster

lubang_biopori_4

lubang_biopori_5

lubang_biopori_3

biopori

Demikianlah cara membuat Lubang Resapan Biopori (LRB).

Sumber tulisan dan gambar : http://hasant.wordpress.com

8 Tanggapan

  1. Kira kira di halaman rumah diperlukan berapa lubang Biopori yah ?

  2. pak kira2 bikin lubangnya pakai apa ya dengan diameter 10 cm, kalau kita tdk punya alat bor sendiri. trus jarak antar lubangnya berapa? trima kasih.

  3. Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh..

  4. kami membutuhkan lubang resapan dengan menggunakan mesin

  5. terima kasih untuk informasinya.

  6. artikel yang benar2 sangat bermanfaat ..
    saya termasuk yang peduli terhadap banjir .. dengan baca artikel ini, jadi tahu apa yang harus dilakukan selain bersih2 saluran air ..
    ma kasih banget mas ..

    Iklan Baris

  7. klo saja sosialisasi dan pemasaran teknologi bipori itu baik dan gencar, mungkin mjd salah satu cara efektif pencegahan banjir….ayo, cegah bersama ^_^

  8. itu bagus sekali, selain di halaman, kalau bisa selokan selokan dan jangan buang sampah sembarangan.

Tinggalkan Balasan